Untuk Bayar Hutang !!! Sekdes Sukamandijaya Diduga Sunat Siltap Rp 1 Juta/Perangkat Desa

Sekdes Sukamandijaya Diduga Sunat Siltap Rp 1 Juta

SUBANG - Sangat disayangkan penyaluran penghasilan tetap (Siltap) para Kepala Dusun di Desa Sukamandijaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang diduga telah disunat oleh Khoirudin selaku sekdes. Tak tanggung-tanggung jumlah sunatan yang dilakukan Khoirudin sebesar Rpl juta per kadus. 

Pemotongan itu terungkap saat Khoerudin melakukan penyerahan uang Siltap selama enam bulan sebesar Rp9.600.000,- kepada para kadus. Namun setelah diterima, Khoirudin meminta uang satu juta kepada para kadus tanpa pemberitahuan peruntukannya. 

"Uang Siltap selama enam bulan kami terima utuh sebesar Rp 9.600.000,- (Sembilan juta enam ratus ribu rupiah) dari sekdes, namun setelah kami terima, tapi anehnya sekdes meminta kembali uang Siltap ini, namun tidak semua, hanya sebesar satu juta rupiah dan yang anehnya lagi, kami tidak di beritahu di peruntukan untuk apa uang satu juta itu," ungkapnya. 

Teriakan para kadus tersebut memang lumrah mengingat dasar Lampiran Keputusan Bupati Subang Nomor 141/KEP.170-PEM/2016 tentang penetapan besaran Alokasi Dana Desa (ADD) di Kabupaten Subang Tahun 2016 bahwa, Desa Sukamandijaya, Kee. Ciasem, Kah. Subang mendapat kucuran sebesar Rp988.837.050,- (Sembilan ratus delapan puluh delapan juta delapan ratus tiga puluh tujuh ribu Zi ma puluh rupiah) untuk memenuhi Penghasilan tetap (Siltap) kepala desa dan perangkatnya sebesar Rp360.000.000,- (tiga ratus enam puluh juta rupiah) dan sisanya ntuk penyelenggaraan pemerintahan desa, pembangunan desa, pemberdayaan masyarakat dan/ atau pembinaan kemasyarakatan desa.

Saat dikonfirmasi di kantomya, Senin (29/8) Sekdes Sukamandij aya, Khoirudin mengelak pemotongan Siltap tersebut dan dirinya sudah melakukan penjelasan kepada camat. 

"Tidak ada pemotongan, informasi itu bohong dari orang­orang yang tidak suka kepada pemerintahan desa yang tidak tahu sebenamya, mengenai masalah ini, saya sudah di panggil oleh camat dan sudah menjelaskannya," terang Khoirudin. 

Mengenai uang Rp 1 juta, Khoirudin menerimanya dari staf desa sendiri karena honor sudah diberikan terlebih dahulu secara utuh. Adapun penggunaannya diperuntukkan untuk sumbangan membantu desa. 

"karena beban desa banyak, seperti biaya untuk lembaga, media dan acara Agustusan, karena desa tidak ada dana, Soal honor para ketua RT sebesar Rp l.500.000,­(satu juta lima ratus ribu rupiah) per tahun, untuk honor Amil, Kuncen dan lainnya tergantung kebijakan desa," dalihnya. 

Sementara itu, berbeda dengan yang di ungkapkan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Sukamandijaya, Ade Wahyu bahwa hasil penyunatan Siltap tersebut diperuntukan untuk pembayaran hutang biaya talangan dari Camat Ciasem, Dadang Darmawan untuk kegiatan pawai alegoris perayaan ulang tahun Kah. Subang. 

"Bukan hanya kadus saja yang di pinta satu juta rupiah untuk bayar hutang tersebut, LPM, sekdes sendiri, berikut kades dan bendahara desa semua ikut nyumbang masing­masing sebesar satu juta rupiah, hanya BPD saja yang tidak nyumbang," ungkapAde. 

Namun, ketika di konfirmasi, Camat Ciasem, Dadang Selasa (30/8) di kantomya membantah sudah memberikan pinjaman biaya talangan tersebut, "saya tidak merasa memberikan pinjaman uang untuk biaya talangan kegiatan ulang tahun Subang, adapun memberikan pinjaman kepada Kades Sukamandijaya untuk biaya perawatan anaknya yang sedang sakit sebesar Rp 5 Juta, itu pun tidak lama diganti olehnya," ujamya. 

Menyikapi permasalahan tersebut, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sukamandijaya, Lukito memilih untuk tidak tahu soal pemotongan tersebut meski permasalahan tersebut merupakan sebagian dari tugasnya sebagai BPD. 

Soal pemotongan Siltap itu saya tidak tahu menahu," kata Lukito di rumahnya. DAnenl

Posting Komentar

0 Komentar