Pemkab. Purwakarta Siapkan Rp 1O Milyar Untuk Ustadz dan Pendeta

Pemkab. Purwakarta Siapkan Rp 1O Milyar Untuk Ustadz dan Pendeta
PURWAKARTA - Terhitung mulai bulan Desember 2016, Pemerintah Kabupaten Purwakarta menyiapkan gaji untuk 582 guru ngaji berikut guru pengkali dari lima agama yang diakui oleh Pemerintah. Anggaran sekitar Rp 10 Milyar disiapkan oleh pemerintah daerah untuk menjalankan kebijakan yang barn ini. 

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi  dalam pertemuan dengan para tokoh lintas agama di rumah dinasnya Jl Gandanegara No 25 mengkonfirmasi program terobosan yang segera dia jalankan tersebut. Menurut dia, ada tugas khusus yang hams diemban oleh para guru ngaji tersebut, selain hams mengajarkan cara membaca Al Qur'an, mereka juga dituntut untuk mengajarkan cara membaca kitab kuning sesuai dengan kaidah bahasa yang digunakan. 

"Anak-anak Purwakarta hams bisa membaca kitab juga baca tulis Al Qur'an. Kalau belum bisa ya hams belajar setiap hari. Anggaran untuk guru ngajinya kami siapkan di kisaran Rpl Juta - Rpl,5 Juta per bulan untuk satu guru ngaji. Dana itu berasal dari pengalihan subsidi untuk SMA, karena kan mulai 2017 SMA ditangani oleh Pemprov. Dana Pemkab kita alihkan untuk gurungaji," jelas Dedi. 

Dedi pun menjamin pelajar non muslim juga mendapat haknya untuk mendapatkan pendidikan agama sebab kebijakan ini tidak hanya mencakup pelajar muslim saja. Teknisnya menurut dia, satu guru ngaji yang mengajarkan tentang Ilmu Keislaman akan ditempatkan di satu sekolah. Sementara bagi siswa non muslim akan dikumpulkan di satu sekolah dengan didampingi satu guru agama berdasarkan agama yang dianut oleh pelajar tersebut. 

"Kalau sekolah yang mayoritas pelajamya beragama Islam itu kami tempatkan satu gurungaji. Untuk non muslim nanti didata oleh wali kelasnya kemudian kita ajarkan juga pendidikan berdasarkan agama yang dianut, sehingga semua siswa mendapatkan haknya," kata Dedi menambahkan. 

Keberadaan para pengkaji agama yang ditempatkan di sekolah ini juga dinilai tidak akan mengganggu aktifitas pendidikan pelajaran agama yang ada dalam kurikulum. Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Purwanto mengatakan pihaknya menjamin pelajaran agama akan berjalan seperti biasa sesuai dengan kaidah dalam kurikulum yang sudah ditetapkan. 

"Tentu, kurikulum itu berjalan seperti biasa. Katakanlah ini kurikulum kultur, kurikulum tambahan. Kalau untuk pelajar muslim kan bisa setiap hari langsung di sekolah. Untuk yang non muslim kita bisa atur jadwalnya. Kita sesuaikan," kata Purwanto. 

Sebelum melaksanakan tugas mengajarkan pelajaran agama di sekolah, calon guru ngaji dan pengkaji agama akan menjalani seleksi terlebih dahulu. Menurut data yang berhasil dihimpun saat ini di Purwakarta terdapat 582 Pengkaji Agama yang terdiri dari 551 Guru Ngaji, 25 Guru Kristen (Katholik dan Protestan), 3 Guru Hindu dan 3 Guru Budha. □A. Budiman

Posting Komentar

0 Komentar