Kebijakan Keagamaan di Purwakarta Akan Menjadi Program Nasional

Kebijakan Keagamaan di Purwakarta

PURWAKARTA - Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifudin merasa terkesan dengan aneka kebijakan dalam bidang agama yang sudah terimplementasi di Purwakarta. Putra dari tokoh kharismatik Nahdhatul Ulama Saifudin Zuhri tersebut menilai program keagamaan di Purwakarta segera dia adopsi menjadi program nasional di departemen yang dia pimpin. 

Hal itu diungkapkan di sela peresmian Pondok Pesantren Baitul Qur'an di Desa Karoya Kecamatan Tegalwaru Purwakarta. Lukman bahkan langsung memanggil staffnya untuk mencari tahu secara detail teknis program yang sudah berjalan lama di Kabupaten Purwakarta melalui lembaga terkait. 

Sebelumnya Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menceritakan kepada Lukman tentang sistem antar jemput jemaah haji Purwakarta pada musim haji tahun ini. Seperti diketahui seluruh jemaah haji diantar dari rumah masing­masing menuju asrama pada sesi pemberangkatan, dan dijemput dari asrama menuju rumah masing-masing pada sesi kedatangan. Uniknya, alat transportasi yang digunakan adalah seluruh mobil dinas yang melekat pada jabatan para pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta. 

Bukan hanya teknis antar jemput jemaah haji saja yang mengundang decak kagum Lukman. Pihaknya beserta seluruh jajaran Kementerian Agama Republik Indonesia juga mengaku terkesan dengan konsep Pendidikan Baca Tulis Al Qur'an dan Program Membaca Kitab Kuning serta pendidikan agama bagi non muslim yang mulai diterapkan Desember mendatang. 

Lukman menilai kebij akan terse but tergolong berani dan menjadi sinyal positif dari Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta untuk mendorong kehidupan religius dari seluruh umat beragama karena seluruh kepentingan umat beragama dapat terakomodir melalui kebijakan yang segera bergulir ini. 

"Saya sebagai Menteri Agama sangat bersyukur dan mendukung penuh seluruh kebijakan ini. Pemerintah Kabupaten Purwakarta sudah berhasil mengakomodir segenap kepentingan umat beragama di daerahnya. Ini penting untuk dijadikan Pilot Project secara nasional," ujar Lukman. 

Saat ditanya bentuk konkret adopsi program Pendidikan Agama di Purwakarta secara nasional, Lukman mengaku akan mempelajari terlebih dahulu mulai dari tatanan substansi sampai teknis program tersebut. Dalam waktu dekat pihaknya segera mengirim tim khusus untuk menindaklanjutinya. 

"Kita lihat perkembangan di Purwakarta. Kita contoh. Saya sangat sepakat bahwa pendidikan itu jangan hanya berkutat pada aspek kognitif saja, melainkan harus juga membangun aspek religi. Hakekatnya kan membangun amalan keimanan dan amalan kehidupan". Pungkas Lukman 

Posting Komentar

0 Komentar